Dalam kehidupan sehari - hari pengertian kas sering berbeda dengan konsep dasar akuntansi. Berdasarkan PSAK No. 9 tahun 1994 yang dimaksud dengan istilah kas dan bank adalah alat pembayaran yang siap dan bebas digunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.
Kas Bank merupakan sisa rekening giro perusahaan yang dapat digunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.
Kelompok kas atau Setara dengan Kas
Uang tunai atau kas tidak hanya terbatas pada pengertian uang kertas atau logam yang dimiliki oleh perusahaan. hal -hal berikut ini bisa dikelompokan kepada uang tunai :
- Uang tunai yang dimiliki oleh perusahaan baik dalam bentuk mata uang rupiah atau dalam bentuk mata uang asing.
- Wesel Pos yang segera dapat diuangkan. Adalah bukti wesel pengiriman uang yang diterbitkan oleh kantor pos dan giro.
- Simpanan uang di bank yang dapat diambil kapan saja baik dalam bentuk rekening tabungan ataupun dalam bentuk rekening giro.
- Cek yang diterima dari nasabah sebagai pembayaran utangnya pada kita, sejauh cek tersebut tidak merupakan cek kosong (Blank Cheque).
- Bilyet Giro yag diterima dari pelanggan. adalah semacam cek yang pencairannya hanya dapat dilakukan melalui transfer antar rekening dan tidak dapat dicairkan menjadi uang tunai.
- Surat perintah bayar (Money Order) biasanya diterbitkan oleh perusahaan induk / pusat kepada anak / cabang perusahaan.
- Traveller chek. Cek yang ditunjukan untuk menandai perjalanan.
- Wesel Bank.
Dalam laporan keuangan perusahaan kas akan dilaporkan dengan istilah "Kas dan Setara dengan Kas"
Kas perusahaan yang tidak dapat digunakan secara bebas oleh perusahaan pada hakekatnya tidak dapat dikelompokan kepada kas. Misalnya Deposite, kas yang dicadangkan untuk pembelian aktiva tetap dan lain - lain.
dalam laporan Neraca, kas dapat dilaporkan sebagai berikut :
PT. XXX
Neraca Sebagian
Current Asset :
Cash
Cash on hand
- Petty Cash Rp. 2.000.000
- Cash in (Rp) Rp. 48.000.000
- Cash in ($) Rp. 25.000.000 Rp. 75.000.000
Cash in Bank
- Cash in BRI Rp. 30.000.000
- Cash in BCA Rp. 40.000.000
Rp. 70.000.000
Total Of Cash Rp. 145.000.000
Sifat uang tunai / Kas
1. Dapat segera digunakan sebagai alat pembayarn
2. Kecil dan ringan
3. Mudah ditukar dengan barang lain
4. Nilai uang tersebut pasti lebih tinggi dari bahan pembuatnya
Langkah Pengamanan / Pengendalian kas
1. Membuat perencanaan arus kas ( Cash flow planing / Cash Budget)
2. Mengendalikan penerimaan kas dengan langkah sebagai berikut :
- Terdapat pemisah yang jelas antara orang yang menyimpan, menerima dan yang mencatat uang.
- Stiap penerimaan uang dibuatkan bukti terima uang Bukti Kas Masuk (Cash Receipt Voucer) yang diotorisasi oleh pejabat perusahaan.
- Membuat buku harian kas yang dapat mengetahui jumlah kas yang sesungguhnya setiap saat.

Comments
Post a Comment